Watching Balinese Dance at Ubud : Baris Tunggal Dance

Berkunjung ke Ubud, tentunya wajib dong melihat pertunjukan tari Bali. Di seluruh Bali setiap harinya pasti ada pertunjukan tari, tinggal pilih, ada Tari Kecak, Barong, Legong, Calonarang, dll. Termasuk juga di Ubud, the truly Bali.

Bosan dengan hingar bingar Kuta yang sudah ter-westernized, bosan dengan “gangguan” tawaran tur ini itu yang tak habis-habisnya di sepanjang jalan Legian, bosan dengan panasnya udara tepi pantai atau kemacetan Denpasar, maka cobalah melipir ke Ubud. Ubud, sebuah kota kecil di tengah-tengah Bali, yang terdiri dari 14 desa atau banjar. Ubud, the cultural center of Bali. Where you can find hundreds of art shop, beautiful Balinese painting, craft : wooden craft, stone craft, leaves craft, glass craft, just name it, they have it all. And yes, Ubud, which is suddenly becomes a highlight since Julia Robert came for the movie Eat Pray Love. Yes, Ubud, where you can explore and biking in the middle of beautiful rice fields

Well, tapi sekarang gw nggak akan panjang lebar cerita tentang Ubud, maybe in the next posts, supaya kalian penasaran, hihihi… #sweetdevilsmile. Kali ini gw mau cerita tentang tarian. Yak, sejak memutuskan mau ke Ubud, gw sudah memasukkan “NONTON PERTUNJUKAN TARI BALI” ke dalem itinerary. Gw nggak mau nonton Tari Kecak lagi, karena gw udah pernah nonton di Uluwatu (bisa baca di postingan ini), kali ini gw memutuskan nonton Tari Barong. Yak, Tari Barong. Barong berasal dari kata bahruang, yang berarti binatang beruang, merupakan binatang mitologi Bali yang dianggap memiliki kekuatan gaib, dianggap sebagai makhluk pelindung. Ada banyak jenis tari Barong, salah satunya yang saya lihat saat itu, yaitu Tari Barong Macan. Tari Barong sendiri menggambarkan kebaikan melawan kejahatan. Diperankan oleh 2 orang penari di dalam kostum, mirip seperti Barongsay di kebudayaan Chinese. Barongnya sendiri muncul di akhir pertunjukan. Sementara sebelum Barong muncul, didahului beberapa pertunjukan, yaitu Tari Legong, Tari Kebyar Duduk, Tari Baris Tunggal, Tari Nelayan, Orkestra Gamelan, dan Tari Nyamar.

Khusus postingan kali ini gw mau membahas tentang Tari Baris Tunggal. Menurut gw, dari seluruh pertunjukan, selain Sang Barong tentunya, Tari Baris Tunggal inilah yang paling menarik, karena gerakannya yang lugas, lincah, dan sulit diduga. Ritmenya sangat dinamis, tidak membosankan, membuat mata ini terpaku tak mau berkedip, karena berkedip sedikit saja sudah bisa kehilangan momen menarik yang disajikan oleh si penari. Berkedip sebentar, dia sudah bergerak meloncat, atau sudah berubah ekspresi dari tersenyum tiba-tiba menjadi ekspresi garang, atau jari-jemarinya sudah tiba-tiba menjadi gerakan patah-patah yang sulit diikuti saking cepatnya. Yap! Fast and dynamic.

Tari Baris, the dynamic and fast moving Balinese war dance

Tari Baris, the dynamic and fast moving Balinese war dance (ditampilkan juga di Turnamen Perjalanan)

Tari Baris merupakan jenis tarian perang tradisional, yang biasanya dibawakan oleh beberapa penari laki-laki, bisa belasan sampai puluhan penari, umumnya dengan membawa senjata. Tari Baris sebenarnya berfungsi sebagai tari ritual agama Hindhu, namun menariknya, untuk menjaga keaslian dari Tari Baris yang sakral ini, diciptakanlah Tari Baris Tunggal, yang fungsinya sebagai hiburan. Tari Baris Tunggal baru diciptakan oleh masyarakat Bali sekitar tahun 1932-an, sesuai namanya, hanya ditarikan oleh seorang penari laki-laki saja. Menarik yah bagaimana masyarakat Bali sadar betul bagaimana melindungi keaslian budaya sambil juga memikirkan bagaimana caranya untuk dapat membaginya dengan turis-turis yang sudah mulai berdatangan ke Bali saat itu. Jadi Tari Baris yang asli, hanya dibawakan pada ritual sakral saja, misalnya saat upacara di pura atau prosesi pengantaran jenasah.

Berbagai emosi disampaikan dalam tarian ini : courage, fear, excitement, doubt, pride, humility. Kesemuanya menggambarkan perasaan seorang pria yang akan maju ke medan perang. Nggak heran, gerakannya begitu dinamis, menghentak-hentak, gerakan jari-jemari yang begitu  lincah, lirikan mata ke kanan dan ke kiri, terkadang mengedip, terkadang membelalak. Membawa emosi menjadi tercampur aduk, meskipun tanpa dialog. Dan jangan lupa, kemegahan kostum yang digunakan. DEMI TU-HAAANNN…indahnya!! *sambil nggebrak meja ala Arya Wiguna* ;p Dimulai dari kepala, mahkota besar berwarna emas yang dihiasi ornamen seperti daun-daunan berwarna emas, bergoyang-goyang tak henti mengikuti gerakan lincah sang penari. Kostum tari dengan dominasi warna kuning emas, merah dan hitam membungkus dengan apik, pula bergerak ke sana ke mari dengan leluasa, semacam jubah saja. Gw selalu suka dengan warna-warni Bali, Hindhu, atau Buddha, yang didominasi warna-warna cerah dan bold, memberi kesan megah and beautiful.

Sebagai orang Indonesia, lagi-lagi terbangga-bangga dengan budaya Indonesia. Lucunya, di pertunjukan tari ini, yang berlokasi di Pura Saraswati, seluruh penontonnya saat itu kok ya orang asing semua. Bule dari USA, Perancis, Jerman, dst. Orang Asia hanya gw seorang diri dan beberapa Chinese people. Bule di sebelah gw dari USA bahkan udah tinggal di Ubud selama 40 tahun dan masih nggak bosen nonton tari Bali. Man…sedih yak. Emang bukan lagi musim libur sih. Weekday pula. Tapi masa ya sampe segitunya…only me gitu penonton domestiknya. Makin gw liat pertunjukan tari tradisional Indonesia, makin ketagihan dan makin suka. Tari tradisional itu indah dan tampaknya sangat sulit pemirsah! Gw nggak habis pikir kok bisa yah mereka menarikan gerakan-gerakan sesulit itu, beuh…love it pokoknyah! Proud to be Indonesian!  

PS : lebih jelas tentang Tari Barong di sini, dan Tari Baris Tunggal di sini, sini, dan sini. Hehe. Happy reading and happy travelling~

One thought on “Watching Balinese Dance at Ubud : Baris Tunggal Dance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s