Day 5 – Simon Cabaret Ladyboy Show

Thailand. Apa saja yang telintas di benak Anda saat mendengar nama negara ini? Kalau gw, Thailand itu identik dengan : Gajah. Pantai. Film The Beach. And of course…ladyboy. Sejarah boomingnya ladyboy di Thailand gw sendiri kurang tahu, yang jelas dari jaman gw masih remaja (caileh!), Thailand sudah terkenal dengan ladyboynya. Konon katanya mereka  sangat cantik dan melebihi wanita tulen. Bodynya sangat sexy dan memang banyak yang sudah menjalani operasi kelamin (ouch!). Bahkan banyak cerita yang beredar kalau banyak pria-pria yang terkecoh. Karena ternyata jeruk makan jeruk…hihihi…Rasa penasaran gw pun terjawab malam itu.

Malam itu sesampainya di hotel sekitar jam 5 sore setelah tur PhaNga Bay yang sangat mengesankan, kami bergegas mandi-mandi cantik, karena show Simon Cabaret akan dimulai jam 7.30 pm. Sebelumnya kami sempet beli 2 porsi PadThai dari abang-abang yang nangkring depan hotel. Jualannya di atas motor, kalau di Indo kan biasa pake gerobak tuh, di sana lebih maju sedikit, rata-rata street food dijual di atas motor atau sepeda. Unik juga…Rasanya yummy! Kayanya sih hampir semua masakan Thailand cocok di lidah gw…hehehe. Bumbunya spicy dan banyak menggunakan kacang di dalam makanannya. Sekitar jam 7 kami dijemput mini van, dan…ternyata lokasi Simon Cabaret deket banget dari hotel kami. Paling selemparan batu doang, hahaha…ah tapi nggak rugi sih pesen tiket show lewat agen tur, karena kalau antri belum tentu kebagian, karena ternyata penuh banget, plus kami bisa dapet seat VIP, hooraay! Gedung pertunjukannya sendiri mirip gedung teater biasa, tempat duduknya sama seperti sofa di XXI, di dalam ruangan adem meskipun penontonnya sangat banyak dan tampaknya hampir seluruh kursi terisi malam ini. Di samping kursi sudah disediakan sebotol air mineral. Free. Sayang sekali selama pertunjukan dilarang memotret dan merekam. Dendanya banyak. Saking banyaknya gw lupa berapa. Yang jelas sih gw ngga mau ambil resiko. Takut juga kalo ketauan trus ntar dieksekusi sama ladyboy-ladyboy di situ, hiiiiyyy…ngebayanginnya aja udah serem. Mereka kan ga suka cewek. Hehe.

Bagian dalam gedung Simon Cabaret

Sayang cuma bisa motret panggungnya aja…

Pertunjukan pun dimulai. Gw cuma bisa melongo abis-abisan. Ternyata yang namanya ladyboy itu yah…sumpah cantik dan mulus banget! Bodynya aja…busetttt…kaya model! Putih mulus nggak bercela dan postur mereka tinggi jenjang gitu…aish…sepanjang pertunjukan gw cuma bisa melongo. Hahaha…sial, gw kalah dari cowo!!!😀 Di Simon Cabaret ini, namanya aja cabaret yah, pertunjukannya berupa tarian musikal. Jadi mereka nyanyi lipsync sambil nari-nari. Lagu yang dibawakan banyak banget. Konsepnya malam itu sih menampilkan kebudayaan berbagai negara. Dari Barat, Korea, Jepang, Cina, India, Thailand, sampai Mesir pun ada. Setiap tema dibawakan oleh 1 grup, ada penyanyi utama yang menjadi main characternya, dan sekelompok penari. Gw kira show ini murni dibawakan ladyboy doang. Ternyata ada juga penari cowoknya lho! Tapi mereka ya rada-rada…ehm…melambai juga. Gw mikir…apa mereka yang masih dalam proses menuju ladyboy kali yah? Hehe…ada 1 penari cowok yang cakep loh! Tapi entah deh straight atau enggak yah? Hahaha…masih misteri. Yang menarik dari show ini, selain ladyboynya sendiri tentunya, adalah kostum dan dekorasinya. Kostumnya bagus-bagus, dari mulai yang sexy banget ala Burlesque, glamour bling-bling ala Miss Universe, kostum pakaian adat Korea dan Jepang sampe kostum Cleopatra dan ala India pun ada. Glamour abis lah, mata ini rasanya sungguh silau, hehe…kebayang harga kostumnya mahal-mahal banget tuh pasti, ada yang bersayap-sayap segala, ah, keren banget lah pokoknya…dan tentunya ya sexy abis donk! Selain itu dekorasinya pun nggak murahan. Gw belum pernah nonton show ladyboy lain sih, katanya Tiffany yang paling oke, tapi show di Simon Cabaret ini udah keren banget dekorasi panggungnya. Sampe ada setting piramida Mesir segala…ah pokoknya benar-benar memanjakan mata deh. Errr…selain tampilan body-body sexy tapi “aspal” itu tentunya yah, hehe…

Dari pengamatan mata elang gw, sebetulnya dari semua ladyboy yang tampil, hanya beberapa saja yang bener-bener berwajah cantik. Ada salah satunya yang mirip model Paula Verhoven (ups, maaf ya Paula ;p ). Ladyboy yang cantik-cantik ini selalu jadi main character. Sedangkan yang lain-lainnya sih jadi penari figuran aja, kebanyakan tampangnya nggak cantik-cantik amat, bahkan ada yang kaya “mbok jamu” banget. Ada yang muka cowoknya masih kental banget. Yang jadi andalan sih sebetulnya beberapa orang aja yang emang bener-bener cantik. Kebayang dong  mereka ganti-ganti kostum berapa kali yah, ada 10 kali sepertinya. Dan saat tampil, meskipun lipsync, tapi mereka rata-rata gerakan bibirnya sesuai dengan nyanyian yang ditampilkan. Padahal ada bahasa Cina dan Jepang juga loh. Dipikir-pikir sih pekerjaan mereka berat juga yah. Salah. Berat banget. Mana pake high heels. Dan harus menghapal koreografi tarian yang banyak banget. Gw sih salut sama mereka. Mereka tampak total. Dan ekspresi wajahnya menghayati peran. Padahal nggak gampang kan, apalagi dengan setting show yang berganti-ganti dengan sangat cepat. Kebayang tuh di belakang panggungnya gimana yah, pasti ribet banget.

Mungkin banyak orang yang masih ngeremehin, sorry, banci. Teori tentang kenapa dan gimana seseorang bisa jadi seorang banci pun banyak dan bermacam-macam. Ada yang menyebutkan itu merupakan pilihan, ada yang bilang dipengaruhi faktor genetik, faktor trauma masa kecil, faktor pola asuh, wah, macem-macem deh, nggak tahu juga mana yang bener. Kalau menurut gw sih, penjelasannya untuk kasus per kasus pasti berbeda-beda, nggak bisa disamaratakan untuk semua banci. Begitu juga jalan hidup yang mereka ambil. Ladyboy yang tampil di Simon Cabaret ini menurut gw hebat. Gw salut. Mereka bener-bener total dalam pertunjukkannya. Dengan kemampuan yang mereka miliki, no matter who they are or who they were, mereka sudah berhasil membuat dunia kagum pada mereka. Mungkin banyak banci-banci yang ngamen atau mangkal di jalanan dan mengganggu kenyamanan publik, tapi kalau untuk ladyboy Thailand ini…juara deh. Sekali lagi gw belajar tentang pilihan hidup. Tiap orang punya hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Tapi hidup dengan mengikuti passion itulah yang akan berbuah dan memberi makna pada kehidupan orang lain. Termasuk menjadi seorang ladyboy.

O ya, selain penampilan sexy dari mereka, ada juga loh penampilan dari ladyboy yang tidak sexy, hehe…Dua orang ladyboy yang tidak sexy ini tampil one (wo)man show, dengan kostum nyeleneh, mengekspos postur badan mereka yang tambun. Dandanannya pun dibuat menor. Memang tujuan penampilan mereka bukan untuk “memanjakan” mata tapi untuk menghibur penonton. Atraksi mereka cukup heboh, sampai turun ke bangku penonton dan “mengeksekusi” penonton tersebut (yang tentunya cowok ya) dengan pelukan dan ciuman (hiiiyyy…hahaha!). Kontan saja semua penonton heboh dan hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat atraksi konyol mereka. Setengah takut juga kali ya, takut bakal jadi korban, hehehe…

Show yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu terasa sangat cepat! Meskipun ada 1 scene yang sangat membosankan, yaitu saat menampilkan lagu Cina jaman baheula, hahaha…garing banget. Tapi secara keseluruhan show Simon Cabaret ini sangat menarik, wajib tonton apabila mampir ke Phuket😀 Dengan tiket 600 THB untuk kursi VIP sih pertunjukan ini worth it banget. Apalagi setelahnya kami bisa berfoto-foto dengan para ladyboy yang nampang di sepanjang jalan keluar gedung. Jangan lupa bawa 50 THB untuk bayaran setiap kali berfoto dengan mereka. Satu orang berfoto dengan satu ladyboy = 50 THB lho! Tiga orang berfoto dengan satu ladyboy = 150 THB. Rugi kan? Saran gw sih fotonya sendiri-sendiri aja. Sayangnya suasana sangat crowded, jadi untuk berfoto pun harus extra cepat dan tepat. Ambil saja beberapa jepretan sekaligus untuk menghindari blur. Kami sempat sial banget karena minta tolong difotokan oleh bapak-bapak yang ada di situ,  eh ternyata blur dan nggak bisa diulang karena sudah telanjur bayar. Hiks!!! Jangan salah, para ladyboy ini lumayan agresif loh, mereka semacam “menjajakan” diri untuk difoto bersama, hehe…agak pusing juga tuh milih-milih ladyboy mana yang mau kita ajak foto bersama. Soalnya cantik-cantik, kostumnya unik-unik, tapi sayang kocek terbatas jadi harus bener-bener selektif. Gw sih foto 2 kali dengan 2 ladyboy yang berbeda, dan 1 kali foto blur yang gagal. Hiks!

Btw, berdiri di sebelah ladyboy-ladyboy itu gw makin tampak abstrak dan buntet. Sial. Hahaha! Tapi seengganya gw wanita tulen Bo! So, pilih yang kanan sexy tapi aspal atau yang  kiri abstrak tapi wanita tulen? Hahaha!!!!

Hayo….pilih yang asli atau yang palsu…😄

Sebagai wanita tertohok banget dah!

Para ladyboy Simon lagi “menjajakan” foto bareng

Kostumnya sexy sampai extreme!😀

Info tentang Simon Cabaret bisa buka di sini : http://www.phuket-simoncabaret.com/

2 thoughts on “Day 5 – Simon Cabaret Ladyboy Show

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s