Dinner at Waroeng Ethnic – My first Escargot~


Saya mengunjungi Waroeng Ethnic ini sebetulnya karena keberuntungan. Saya memenangkan kuis berhadiah voucher makan di Waroeng Ethnic yang diadakan @CityKlik melalui Twitter. So pasti -kesempatan tidak boleh disia-siakan bukan? Apalagi Waroeng Ethnic ini terkenal sebagai restonya bule-bule, hehe…Capcus lah saya dinner ke Waroeng Ethnic yang berlokasi di Jl. Totogan Gunung Putri Rancabentang 18 Ciumbeuleuit. Menemukan tempatnya cukup mudah, dari Unpar masih terus naik ke atas, ada plang Waroeng Ethnic di kanan jalan, langsung belok kanan. Suasana yang ditampilkan sangat homey dan unik, seperti namanya, banyak dipajang perabotan bernuansa etnik, dan hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian indoor lebih terkesan lebih resmi dan seperti di dalam rumah. Kami memiilh makan di outdoor, yang cukup luas dan asri, dan karena lokasinya di area Bandung Utara, udara dinginnya masih sangat terasa.

Suasana outdoor di Waroeng Ethnic


Makanan yang disajikan malam hari berupa Western Food, sedangkan di siang hari disajikan Indonesian Food. Menu yang ada cukup bervariasi, mulai dari Appetizer seperti sup, salad, etc, menu utama Steak (ada imported steak lho!), Pasta, Dessert… Saya memesan Escargot (ya, siput!) sebagai pembuka, kemudian Beef Steak, Creme Brulee dan Es Krim Bakar sebagai Dessert, serta Hot Cappucino.
Menu yang ada memiliki nama nama yang cukup rumit, untungnya ada penjelasannya jadi saya tidak bingung. Hehe…waiternya pun cukup memahami menu-menu yang ada dan bisa menjelaskan dengan baik. Gak pake lama, muncullah Escargot saya. Baru pertama kali ini saya memakan siput, and i like it! Teksturnya kenyal, rasanya gurih dan dibalur minyak zaitun. Nyam nyam…benar-benar membangkitkan selera makan saya…kesan saya : unique, recommended and worth trying!

My first time Escargot~ *ala Indonesia*

Setelah appetizer diangkat, datanglah Beef Steak saya. Saya minta dimasak well done. Kesan saya, steaknya agak alot (salah ya, harusnya minta dimasak medium aja), tapi porsinya sangat besar…kenyang banget…hehe. Mashed potatonya sangat lembut dan lumer di lidah (ceileh!). Saya mulai panik karena perut sudah terasa penuh, padahal masih ada Creme Brulee dan Es Krim Bakar. Waduh!

Beef Steak Waroeng Ethnic

Creme Brulee pun datang, rasanya sangat creamy tapi ngga bikin eneg. Nice… Creme brulee sendiri berasal dari Perancis, dikenal juga sebagai burnt cream, crema catalana, atau Trinity cream, merupakan dessert yang dibuat dari custard (Custard terbuat dari campuran telur, gula, dan susu/krim, dikenal juga sebagai krim atau vla) yang ditopping dengan lapisan keras karamel, biasa disajikan dingin. Custard yang dipakai biasanya rasa vanilla, meskipun kadang ada juga yang memakai tambahan rasa lemon, jeruk, coklat, kopi, teh hijau, kelapa, atau buah-buahan lain. Untuk membuat karamel, caranya yaitu dengan menaburkan gula di atas custard, lalu dibakar langsung dengan alat khusus (yang suka ada di acara masak memasak kue tuh, hehe), atau bisa juga dengan menuangkan minuman keras lalu dibakar (flambe). Sekian saja kuliah singkat tentang Creme Brulee. Hehehe…

The sweet “Brulee” temptation. I love to crack the caramel thing!😀

Dessert selanjutnya yaitu Es Krim Bakar. Cool banget lah ini dessert hehe…tampangnya seperti whipped cream yang menjulang tinggi kaya volcano…trus waiternya menuangkan rhum, dan dia membakarnya langsung di depan kita! Lumayan shock dan langsung pasang tampang ndeso! Hehe… Beginilah bentuknya setelah diflambe :

Voila~ Enjoy the massive volcano cream thing!

Berhubung saya sudah super kekenyangan, jadi butuh tenaga ekstra untuk menghabiskan dessert terakhir ini. Krimnya super banyak, agak bikin eneg, dan rasa rhumnya sangat kuat. Jadi di balik krim yang menggunung itu ternyata tersembunyi es krim strawberry. Ada udang di balik batu, ada es krim di balik krim, hehe…dan di bawah eskrim ada bolu yang flavournya rhum. Sangat kuat rasa rhumnya, tapi ngga bikin mabok atau apa kok hehe…
Untuk cappucinnonya…standar sih hehe… ya so so lah…

FYI, Waroeng Ethnic ini sudah pernah masuk ke acaranya Pak Bondan dan pernah diliput juga di kompas… Dapat dilihat di Travel Kompas.

Total expense kira-kira Rp 100.000 – 150.000,- per orang. Not bad for full course menu, right? Kesimpulannya, this resto is worth trying… terutama untuk anda yang menyukai suasana jadul, santai dengan menu-menu fancy western food.

Selamat Makan!
~happy eat, happy tummy, happy life~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s