Private Backpack(er) Trip to Kepulauan Seribu : Snorkeling and Island Hopping

Why backpack(er) trip? Because it’s not a backpacker trip at all. Hehe…actually, it’s kinda a private trip. Only me and my sister. Yes, unfortunately, meskipun gw hanya membawa sebuah backpack, bukan berarti perjalanan ke Kepulauan Seribu ini sebuah perjalanan backpacker seperti trip-trip sebelumnya.

Somehow, private trip memberi kenikmatan tersendiri buat gw. Yes, together can be fun, but, sometimes I just need a silent and peace moment, so I can really enjoy the beauty of nature, with less talk and more reflecting and visualizing.

Perjalanan dimulai di pagi hari di bulan Agustus, pukul 6 pagi dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta. FYI, saat ini telah disediakan kapal-kapal baru menuju Kep.Seribu, salah satunya KM Lumba-Lumba ini. Harga tiketnya Rp 31.000, tapi sebaiknya bergegas antri dari pukul 5 atau 6 pagi, karena seat KM Lumba-Lumba ini terbatas, hanya memuat sekitar 50 org saja.

Jakarta Sunrise from Kali Adem, Muara Angke

Perjalanan selama 3 jam berlangsung tidak mulus, karena ombak sedang besar dan akhirnya gw sukses muntah-muntah di jalan, hehe… *cupu*. Sesampainya di Pulau Pramuka, kami langsung diantar ke Penginapan Family, yang ternyata kamarnya sangat besar, terdiri dari 2 King Bed plus 1 kasur busa tambahan, hahaha…ini sih muat 8 orang kayaknya. Overall kamar dan kamar mandinya cukup bersih, AC dan listrik nyala 24 jam, hehe, nice

Siang itu kami langsung diajak snorkeling dan island hopping. Pulau pertama yang dikunjungi adalah Pulau Semak Daun. Sayangnya di pulau ini ada sekelompok om-om yang mengejek kami sesampainya di  sana, karena kami menggunakan life jacket saat snorkeling. Okay…cukup membuat kami berdua bete dan males berleyeh-leyeh di sana, akhirnya setelah berenang dan latihan snorkeling sebentar kami segera cabut dari pulau itu menuju spot snorkeling pertama. O ya, jangan lupa membayar “uang mampir” ke penjaga pulau ini sebesar Rp 10.000, coz katanya sih ini pulau pribadi gitu, jadi kalo mau mampir ya kudu bayar ke penjaganya, sigh, tajir gila yang punya pulau ini, hehe…

Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu

Snorkeling pertama di sekitar Pulau Semak Daun berlangsung sukses. Karang-karangnya sangat cantik, mayoritas terdiri dari hard coral yang berukuran gigantic, dan airnya pun masih jernih sehingga viewnya luas dan dalam. Sayang ikan-ikannya banyak yang ngumpet, plus gw lupa bawa roti untuk makanan ikan, hehe…tapi karang dan ikannya cukup bervariasi, dan jauh lebih bagus daripada pemandangan bawah laut PhiPhi Island. Thanks God Indonesia begitu indah… ^^

Spot snorkeling kedua di Coral Reef juga cukup menarik, di sini selain hard coral juga ditemukan banyak soft coral salah satunya mushroom coral yang sangat menarik, hijau dan “tampak” lembut. Ikan-ikannya lebih berwarna-warni dan bervariasi, nggak rugi banget deh…berasa Spongebob pokoknya 😀 Sayangnya gw nggak ngerti nama-nama karang dan ikannya, coba kalo ngerti, asik kali ya…jadi semangat pengen baca Marine Atlas nih, hehe…

Setelah puas snorkeling, kami mampir ke Pulau Air, dan…Great Lord, indah banget! Can’t describe it precisely by word, please just take a look at these pictures :

“Sungai” yang mengagumkan, Pulau Air, Kepulauan Seribu

After a short heaven trip through this “river”, finally we arrived…

Pulau Air, Kepulauan Seribu, such a perfect beach for relax and swim

Mengintip salah satu sudut Pulau Air, Kepulauan Seribu

Beneran ya, indah banget dan berhubung di satu pulau ini hanya ada gw dan adik gw, bener-bener serasa pulau pribadi!

Puas berfoto-foto narsis ala model kalender swimsuit di Pulau Air, kami dibawa Mas Galang (driver kapal) ke Pulau Nusa Keramba. Di sini ada sebuah restoran bernama sama, menyediakan berbagai macam makanan dan minuman termasuk beer, tetapi harganya cukup mahal. Kami pesan 1 porsi mie kuah seafood dan 1 gelas coklat panas seharga Rp 50.000,- *sigh*

Pulau Nusa Keramba, Kepulauan Seribu

Best time untuk mengunjungi restoran ini mungkin saat malam hari. Konon banyak yang nongkrong menghabiskan malam di sini, untuk sekadar ngumpul-ngumpul atau nge-beer. Untuk mencapai pulau ini dari Pulau Pramuka bisa menggunakan ojek kapal. Selain restoran, di Pulau Nusa Keramba ini juga terdapat penangkaran ikan hiu, sayang kurang luas dan kurang banyak hiunya, hehe.

Sekitar jam 5 sore, kami “dipulangkan” ke Pulau Pramuka. Setelah mandi-mandi cantik dan nongkrong ngopi di warung Indomi terdekat, gw pun berburu sunset di tepi dermaga Pulau Pramuka. Di tepi dermaga ada juga beberapa orang yang asyik memancing. Suasana sangat tenang, hanya terdengar suara adzan dari masjid dan sayup-sayup suara air laut di kejauhan…

Sunset Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

 

Hari kedua. Setelah melalui malam yang nyaman, kami memulai hari kedua dengan island hopping. Kali ini ombak di lautan lebih besar dibanding kemarin, kapal kami pun terombang ambing ala kora-kora *lebay*, seru sih, tapi lumayan deg-degan juga, hihi…untungnya Mas Galang sangat ahli dalam membawa kapalnya.

Destinasi pertama. Pulau Air Kecil. Sungguh gw amat terpana. Speechless. Ini pantai terindah yang pernah gw kunjungi dalam hidup gw. Beneran nggak pake lebay. Gimana nggak? Airnya biru jernih, pasirnya putih bersih dan diapit oleh 2 lautan di kanan kirinya. Jadi Pulau Air Kecil ini sebenarnya hanya merupakan gundukan pasir saja. Tanpa tanaman, tanpa rumah huni, hanya dua buah pondok bambu yang tertancap di pasir. Menambah keeksotisannya.

Gw berpikir…damn, kok mirip sama foto-foto pantai di Maldives? Argh, gw mau gila rasanya saking terpesona, senang, dan bersyukur atas cantiknya pemandangan yang gw lihat hari ini.

Our ship and our guide, Mas Galang, landed at Pulau Air Kecil, Kepulauan Seribu

Pondok kecil di Pulau Air Kecil, menambah keeksotisannya…

Keunikan Pulau Air Kecil. Pasir pantai yang diapit oleh dua lautan…

Can I just sit there and do nothing all day long?

Pulau Air Kecil, Kepulauan Seribu. How Stunning!

f

Pulau Air Kecil, Kepulauan Seribu. The best beach I ever see so far!

Oh ya, di tepi pantai, tiba-tiba gw menemukan seekor sea urchin yang nyasar…berenang-renang sendirian di air yang jernih ini, hehe…where’s your mama??? 😀 Baru kali ini liat sea urchin yang terasing gini…biasanya dia ngumpet di deket-deket karang, semacam “ranjau” aja, hehe…

Sea Urchin yang Terasingkan *bukan judul sinetron* 😛

Sekali lagi gw pun bernarsis-narsis ria dengan berbagai pose Miyabi *bhahahahak!* di pulau ini, setelah puas, meskipun nggak rela, akhirnya kami harus pergi, hiks…Oya, kata Mas Galang, dulu Pulau Air Kecil ini cukup luas, kumplit dengan pepohonannya juga, tapi karena ombak laut yang semakin lama makin tinggi, akhirnya pulau ini tergerus sampai akhirnya menjadi gundukan pasir saja. Waduh, jangan sampai tempat ini hilang deh, I want to come back here someday

Spot snorkeling pertama hari ini di sekitar Pulau Air. And…what can I say? This is the best snorkeling spot ever! Airnya jernih bener-bener bening dan dengan diterangi sinar matahari, gw merasa seperti berenang di dalam aquarium. Coral di sini bener-bener beraneka ragam, dan warna warninya masih bener-bener terjaga, hampir nggak nemu coral yang udah bleached. Gw nemu blue starfish, makhluk ungu terang datar berduri yang gw nggak tau namanya (hahaha, nah loh?), siput laut yang masih hidup (ada mata dan kumisnya! *ndeso*), angelfish, butterflyfish, clowfish, long black tail sea urchin, etc…hehe, ndak tau namanya sih 😦 Kalau coral-coralnya antara lain : brain coral, tabletop coral, mushroom coral, staghorn coral, pillar coral, great star coral, elegance coral, torch coral, dst…hehe.

Pokoke…snorkeling di Pulau Air…numero uno!

Selanjutnya kami diajak snorkeling di kawasan APL (Area Perlindungan Laut), sayang ombak sedang besar, sehingga kami nggak bisa turun di spot bagus deh, hiks. Mas Galang menurunkan kami di “ladang rumput laut”, hehe…jadi di spot kedua ini selain coral, banyak juga tanaman tipis transparan berbentuk buket bunga gitu. Argh…andai gw tau apa namanya, sampe botak gw browsing di internet nggak nemu, hehe. Nanti deh kalo nemu namanya gw update lagi, hehe. Gini nih nasib kaga punya kamera underwater…hehe. Someday I’ll buy one! 😀

After snorkeling, kami dimampirkan ke Pulau Karya. Pulau ini bagian belakangnya kuburan. So, nggak usah dieksplor deh, cukup pantai nya aja, hehe. Pantainya bersih, nggak ada orang sama sekali saat itu, meskipun nggak secantik Pulau Air, tapi tetep aja cantik, hehe. Uniknya, ada bongkahan-bongkahan logam berukuran 1,5×1 meter yang tersebar di pantainya, sampai sudah berlumut. Mungkin dari kapal yang karamkah? Hehe, mystery still unsolved.

Pulau Karya, Kepulauan Seribu. Lihat bongkahan logam di tepi pantai. Apa ini? Apa itu?

Pulau Karya pun mengakhiri island hopping tour kami di Kepulauan Seribu. Masih banyak pulau-pulau yang masih pengen gw datangin, kaya Pulau Harapan, Pulau Kotok, Pulau Sepa, Pulau Putri, Pulau Pari…argh…someday! Sekarang saatnya kembali ke basecamp kami di Pulau Pramuka. Sisa hari kami habiskan dengan nongkrong ngopi di warung Indomi dan berjalan-jalan mengelilingi pulau.

Pulau Pramuka ini memang berfungsi sebagai tempat transit menuju ke pulau-pulau sekitarnya. Dan sebagai pusat administrasi, berbagai fasilitas tersedia di Pulau Pramuka, seperti rumah sakit (keren loh RSnya, ada Hyperbaric chambernya!), sekolah, masjid, dan kantor pemerintahan. So, kalau pengen island hopping ke pulau-pulau tadi, lebih baik stay di Pulau Pramuka, kecuali Anda berminat untuk kemping di salah satu pulau tadi, monggo…seru juga sepertinya 🙂

Hari ketiga. Pagi ini dihabiskan dengan bersepeda keliling pulau dan melihat penangkaran penyu sisik. Seru juga bersepeda keliling pulau, menyusuri tepi Pulau Pramuka dengan hanya ditemani suara lembut ombak dan angin sepoi-sepoi…

Cute blue bicycle. Clear blue sky. Cool trip.

Tak terasa waktu berjalan cepat. Jam 12 siang kami sudah berada di dermaga untuk kembali ke Jakarta. Sayonara Kepulauan Seribu, gw pasti akan kembali menjelajahimu, someday, someday

PS : Selama 3 hari 2 malam gw menggunakan jasa private tour dari Pak Hermanto (+628138147529, pin BB : 323DFDC9), owner Penginapan Family di Pulau Pramuka.

Untuk private tour 2 orang, perorangnya dikenakan biaya Rp 800.000,- all ininclude : tiket kapal KM Lumba-Lumba pp Muara Angke-P.Pramuka, penginapan AC, makan 3x/hari, sewa kapal private 2 hari all day, snorkeling 6 kali, mengunjungi pulau-pulau di sekitar Pulau Pramuka (Pulau Semak Daun, Coral Reef, Pulau Air, Pulau Air Kecil, Pulau Nusa Keramba, Pulau Karya, APL). Is that worth it? Yes it is.

 

 

 

 

 

Happy reading, happy travelling, happy life~