Day 2 – Biking Karimunjawa : dari mete bakar sampai nyusruk di pepohonan

Si Merah yang “tidak setia”. Ditampilkan juga di Turnamen Foto Perjalanan.

Biking di Karimunjawa! Yap, itu tema trip hari ini. Siapa bilang Karimunjawa cuma melulu wisata laut? Hehe…Pagi ini kami menyewa sepeda gunung (ingat, kalo mau biking, jangan sewa sepeda onthel. Apalagi sepeda sayur yang ada keranjangnya. *anak SD juga tau kali*) seharga 30rb untuk 12 jam. Bisa juga sih 20rb untuk 6 jam. Tapi kami berencana biking sampe malem keliling pulau gitu… ;p *yang ternyata nggak kesampean*.

Kami mulai mengayuh sepeda ke arah timur. Masih di daerah perkampungan penduduk, jalannya lumayan bagus, lurus dan nggak menanjak. Asik juga bersepeda di pagi hari, matahari masih hangat-hangat tai ayam, udara bersih segar tanpa polusi, dan burung-burung yang bercicit-cuit…jadi…mengantuk *lhoh* wkwk… Sempet beristirahat di emperan rumah warga, dan menemukan anak cantik nan unyu-unyu, oh I’m falling in love~

Bocah unyu asli Karimun~ (lihat foto bocah2 unyu lainnya di sini)

Beberapa kali bertanya pada warga sekitar, semuanya menyebut Pantai Nirwana yang menjadi tujuan kami itu dekat. Tapi kok…nggak sampe-sampe yah…kami sudah melewati Nirwana Resort, tapi masih belum muncul juga penampakan pantai, sementara jalan makin berbukit-bukit, lumayan menguras tenaga ditambah lagi dengan sinar matahari yang mulai menyengat kulit, akhirnya kami menyerah dan beristirahat di pinggir jalan di depan ibu-ibu yang sedang memecah batu.

Nggak lama, datang sekelompok pemuda Karimun dalam mobil pick up yang akan mengambil batu-batu hasil keringat si ibu tadi. Mas-mas ini sangat ramah, dan mereka menawarkan seplastik buah mete yang sebelumnya mereka kumpulkan. Lho kok mete guedhe banget? Ternyata mete itu masih di dalam “cangkang”nya. Cara makannya gimana dong? Dibakar dulu ternyata. Seorang mas-mas dengan cekatan mengumpulkan daun-daun kering dan ranting dari sekitar, kemudian menyalakan api. Mete-mete itu ditumpuk begitu saja di atasnya. Mereka melarang kami pergi sebelum mencicipi mete bakar tersebut. Penasaran, kami pun memperhatikan dengan seksama. Eh, bener aja, buah mete yang awalnya berwarna coklat itu akhirnya jadi gosong. Lalu cara makannya? Ditumbuk dulu pake batu sampai “cangkang”nya pecah! Voila! Tampaklah mete panggang dengan warna coklat keemasan! Aromanya? Jangan ditanya…harum banget! Aaa…sungguh mete terenak yang pernah gw makan…*gratis pula ;p* Lucunya lagi, setelah selesai membakar  mete untuk kita, mereka malah pergi mengangkut batu, dan meninggalkan kami dengan mete-mete ini, hihi…jadi dimasakkin nih ceritanya😀

Ladies and gentleman, please welcome…Mete Bakar asli Karimunjawa!

Puas ngemil mete di pinggir jalan, kami melanjutkan perjalanan. Di sinilah tragedi berdarah terjadi. Gw dengan pedenya meluncur di jalan yang curamnya kira-kira 60 derajat. Awalnya asik, kaya naek roller coaster gitu…pake tereak-tereak kegirangan…lama-lama…loh kok ngebut banget kaya terbang?! Loh kok nggak mungkin bisa ngerem?! Loh kok ujung jalannya belokan ke kanan?! Loh kok nggak mungkin bisa belok ke kanan?! Mampus Mak!! Mengikuti insting, sontak gw banting setir ke kiri (karena kanan jurang), menabrak pepohonan…widih…nerobos pohon deh gw, brak bruk brak bruk krosak krosak…serasa kaya di game gitu…dan berakhir dengan nyusruk muka mencium tanah. Hore! Sepeda njumpalit, pergelangan tangan kiri keseleo, muka, lengan dan kaki memar dan lecet-lecet. Siapa bilang dokter ngga bisa luka-luka? Dokter juga manusiaaaaa~

Udah nyusruk pun teteup eksis!

Okay. Udah luka-luka. Terus? (Gw musti bilang WOW?) Pulang? Nangis sama mama? Minta dijemput ambulans? Ya nggak lah yauw…hahaha…the show must go on, pokoknya harus nemu yang namanya Pantai Nirwana! Eh…bikernya udah semangat ’45 berkobar-kobar gini, malah sepedanya yang loyo. Bannya kempes dong, zzz…Dasar sepeda manja *tunjuk tunjuk* *tuding tuding*! Akhirnya perjalanan biking berubah menjadi walking…plus nuntun sepeda…Setelah melalui bukit-bukit dan lembah-lembah layaknya Ninja Hatori, sebuah view cantik menyambut kami…

Amazing view…nggak nyesel biking sampe nyusruk!🙂 (dimuat juga di Turnamen Foto Perjalanan)

Uuuuuuu…….~ Pergelangan tangan yang mulai membengkak cenat cenut layaknya anak ABG ditembak anak SM*SH pun jadi nggak begitu terasa nyeri…

Terus berjalan…berjalan…dan berjalan…

sampai akhirnya…kita disambut oleh pantai perawan yang…sungguh…sungguh…indah…

…yang ternyata BUKAN Pantai Nirwana. *gubrak*

Lha, terus pantai apa dong? Pantai yang lebih bagus dari Pantai Nirwana so pasti!

Penasaran penasaran? Ih kepo deh…Hehe. Nggak papa, pantai yang satu ini emang pantas dikepoin…Why? Cekidot di posting selanjutnya tentang pantai perawan di Karimunjawa…Pantai Legon Lele.

6 thoughts on “Day 2 – Biking Karimunjawa : dari mete bakar sampai nyusruk di pepohonan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s