#PeopleAroundUs : Dipeluk Ibu

kepulauan seribu indonesia

Apapun yang terjadi, aku akan selalu di sisimu.

Ibu. Kata yang paling indah. Wajah yang paling cantik. Sosok yang paling dirindukan. Kenangan tak terlupakan.

Kapal kayu itu berwarna biru muda, dan tiang-tiangnya dicat merah menyala. Cantik, namun tampak kusam termakan waktu. Jangan tanya berapa umurnya, aku yakin sudah cukup lama dia berada di lautan untuk mengenal lika-liku perjalanan menuju pulau-pulau kecil yang tersebar di Kepulauan Seribu. Bendera merah-putih di atas dek berkibar-kibar tertiup angin. Suara ombak sayup-sayup pecah menabrak tepian badan kapal.

Di dalamnya, puluhan manusia berjejal-jejal memadati setiap jengkal lantai kapal. Puluhan manusia dengan tujuan dan kebutuhannya masing-masing. Dengan beraneka macam pose yang tampak dipaksakan senyaman mungkin. Karena mustahil merasa nyaman di tengah himpitan manusia-manusia dan beraneka macam barang-barang bawaannya. Belum lagi lantai yang ternoda sisa-sisa kotoran dari Pelabuhan Muara Angke yang berbau amis.

Namun, ibu dan anak ini seakan tak peduli. Di tengah kesemrawutan kapal yang perlahan-lahan membawa kami meninggalkan Jakarta, mereka berdua tertidur lelap. Si anak dalam pelukan. Pulas terbawa mimpi-mimpinya yang menyenangkan. Mungkin di dalam mimpinya ia tengah menjadi seorang superhero. Superman lokal yang menyelamatkan dunia. Atau mungkin ia sedang memimpikan rumah. Yang sudah beberapa hari ia tinggalkan. Rumah tempat ia bisa berbaring dengan tenang tanpa gangguan suara orang-orang yang berbincang ribut seperti sekarang ini. Atau mungkin ia dibawa ke dunia fantasi, dunia penuh awan lembut seputih kapas, yang bisa dimakan dan manis rasanya. Dunia mimpi di mana ia bebas menjadi siapa saja.

Si ibu lelah. Badannya pegal setelah seharian menggotong dus mie instan yang berat, belum lagi tas berisi barang-barang berharga dan uang yang masih tersisa untuk menjaga asap dapur tetap mengepul sampai akhir bulan tiba. Dan anaknya. Yang terlalu lincah selalu berusaha melepaskan diri dari genggaman tangannya. Anaknya yang penuh ingin tahu, ingin ke sini dan ke situ. Ia lelah. Betapa lega hatinya bisa mendudukan dirinya di salah satu sudut kapal yang, meskipun jauh dari nyaman, tapi cukup baginya. Ia mencoba tertidur. Dipeluknya anaknya.

Ikutan #PeopleAroundUs yuk? Proyek satu hari satu foto satu cerita dari @aMRazing ^^

PS : kisah ini murni fiksi.

4 thoughts on “#PeopleAroundUs : Dipeluk Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s