Ada Hutan di Sentosa Island

Sentosa Nature Discovery

Tumbuh besar di kota kecil di kaki Gunung Slamet, membuat gw terbiasa dengan hutan. Nggak terhitung seberapa sering gw menghabiskan waktu berwisata ke Baturaden, Purwokerto. Sejak TK sampai SMA, lokasi wisata yang nge-hits di Purwokerto ya kayaknya itu-itu aja. Baturaden lagi, Baturaden lagi. Setiap ada kerabat atau teman dari luar kota berkunjung, dibawanya ya selalu ke Baturaden. Weekend keluarga pun kadang dihabiskan dengan ngaso-ngaso cantik di air terjun Baturaden, jogging di hutan area perkemahan Baturaden, makan jagung bakar atau sekedar cuci muka di Pancuran Tujuh (okay ini agak nggak penting setelah diinget-inget lagi, hihi).

Suasana hutan dengan pohon-pohon yang tinggi dan rindang, pucuk-pucuk daun pinus yang tajam, aroma sejuk udara pagi dan sentuhan kabut pagi yang dingin menjadi pengalaman biasa semasa gw kecil. Sampai sekarang pun, suasana “hutan” selalu membuat gw teringat akan rumah. Semasa kuliah di Bandung, gw bergabung dalam kegiatan-kegiatan kampus yang sering mengadakan hiking, camping, atau trekking ke hutan. Meskipun gw nggak bergabung di klub Pecinta Alam, tapi sebagai anggota Tim Bantuan Medis, beberapa kali gw berkesempatan kembali ke suasana hutan yang gw cintai. Aroma kayu dari pepohonan lapuk dan aroma tanah yang basah sehabis tersiram hujan berpuluh-puluh kali lebih menenangkan dibanding aroma parfum mahal sekalipun. Beberapa tempat favorit saya antara lain daerah Bumi Perkemahan Cikole, Gunung Puntang, Rancaupas, kawasan Situ Lembang, dan kawasan Konservasi Masigit Kareumbi, dan terakhir, Taman Hutan Raya Dago.

Kesukaan akan hutan ini pun yang akhirnya membawa gw ke Sentosa Nature Discovery. Loh, kok Sentosa? Itu kan di Singapura? Bukannya di Sentosa itu adanya USS doang? Well, ternyata Sentosa itu nggak melulu isinya permainan canggih loh. Di area Imbiah Lookout, berdekatan dengan Image of Singapore, gw menemukan Sentosa Nature Discovery ini. Pertama kali gw agak kaget juga, di saat jalan-jalan random nggak ada tujuan, tau-tau nemu secuplik area hijau yang langsung bikin gw tertarik. Penasaran, akhirnya gw memasuki area Sentosa Discovery Nature ini.

Sentosa Nature Discovery

Setelah memasuki gerbang, ternyata melebihi ekspektasi gw, terdapat pepohonan yang cukup rimbun, ditambah lagi dengan papan-papan keterangan yang sangat informatif mengenai jenis pohon dan habitat yang ada di sana. Awalnya perjalanan dimulai dengan jalan setapak semacam jembatan dari kayu. Menariknya, ternyata jalan dari kayu ini awalnya adalah bekas jalur monorail. Karena jalur monorail kemudian dipindahkan, jalur yang lama akhirnya dijadikan jalur pejalan kaki di Sentosa Nature Discovery ini. Sangat kreatif. Setelah “short walk” di area jembatan kayu ini, kemudian gw memasuki semacam ruang edukasi tentang berbagai flora dan fauna yang terdapat di area ini. Penyajian edukasinya sangat menarik sih menurut gw. Misalnya aja ada video, rekaman suara burung-burung, sampai yang interaktif seperti ini :

Sentosa Nature Discovery

Kalau bawa anak kecil seru nih ke sini. Sayang saya belum beranak #eh. Entah kenapa setiap mampir ke lokasi-lokasi wisata di Singapura itu rasanya selalu dijejeli edukasi. Nggak di museum-museumnya, di Garden by the Bay, di Botanical Garden, di SEA Aquarium, dan di kebanyakan tempat di Sentosa. Salut juga sih, meskipun kadang gw ngerasa overwhelmed, karena buntut-buntutnya kebanyakan informasi malah jadi banyak yang dilupakan juga. Apalagi setelah seporsi Pork Noodle atau semangkuk Bakut Teh  masuk perut, hehe…

Track nature walk di dalem Sentosa Nature Discovery ini sebetulnya ada beberapa rute, tapi karena waktu gw terbatas akhirnya gw memutuskan mengambil rute yang pendek. Secara pake sandal japit juga, takut juga kalo sendirian di tengah jalan kenapa-napa. Sepanjang jalan dikelilingi pepohonan rimbun lumayan menyegarkan pikiran, apalagi suara-suara dari luar sama sekali nggak kedengeran di dalam hutan mini itu. Yang ada juga suara burung dan serangga kadang bersahut-sahutan,  meski gw nggak berhasil menemukan satupun pergerakan burung. Sejauh mata memandang hanya tampak hijaunya pohon dan coklatnya tanah. Udara panas di luar langsung berubah jadi sejuk di antara rimbunnya pepohonan. Meskipun nggak ada embun apalagi kabut, tapi udara bersih yang memenuhi paru-paru rasanya cukup untuk detoksifikasi dari polusi kota yang sehari-hari gw hirup. Sepi dan hening, secuil oase di tengah hiruk pikuk Sentosa.

Sentosa Nature Discovery

Next : mau nyobain jalan-jalan unyu di canopy walk di FRIM (Forest Research Institute Malaysia) ah. Ikut? ^^

4 thoughts on “Ada Hutan di Sentosa Island

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s