Turnamen Foto Perjalanan Ronde 38 : Membaca di Stasiun Kereta Api Nongkhai

Nongkhai Bangkok Train

Sebagai penyuka perjalanan darat alias overland, kereta api merupakan salah satu moda transportasi favorit saya, jika dibandingkan dengan bus atau mobil. Suara “gejes-gejes” yang menemani sepanjang perjalanan merupakan salah satu alasan yang membuat saya jatuh hati dengan kereta api. Entah kenapa suara “gejes-gejes” itu bagaikan musik yang bisa membuat hati ini adem. Nyes. Selain karena “gejes-gejes”-nya, traveling dengan kereta api memungkinkan saya untuk menikmati pemandangan dengan cara yang berbeda. Perjalanan yang lebih “slow” dengan rute yang seringkali melewati tempat-tempat dengan pemandangan cantik membuat saya selalu berusaha memprioritaskan perjalanan overland dengan kereta api.

Salah satu stasiun kereta api yang berkesan bagi saya yaitu Stasiun Kereta Api Nongkhai di Thailand. Nongkhai merupakan kota kecil di perbatasan Thailand-Laos. Untuk menuju Nongkhai dari Laos, bisa menggunakan bus dari Vientiane yang akan melewati Lao-Thai Friendship Bridge. Dari Nongkhai kita bisa menggunakan sleeper train untuk menuju Bangkok. sleeper train kelas dua pun menurut saya sudah sangat nyaman dan bersih. Karena saat itu saya kehabisan tiket sleeper train dengan fan, maka saya terpaksa menggunakan sleeper train dengan AC seharga 688 THB. Harga yang tidak terlalu mahal untuk perjalanan selama 12 jam, karena dengan sleeper train maka saya bisa menghemat biaya penginapan untuk satu malam. Ini salah satu metode traveling favorit saya, karena jujur, saya tidak terlalu suka mengeluarkan uang untuk penginapan. Kalau bisa tidur sambil berpindah tempat, kenapa tidak? Hehe…

Nongkhai Station Thailand

Stasiun Nongkhai lokasinya cukup jauh dari Terminal Bus Nongkhai, tempat seluruh penumpang bus dari Vientiane diturunkan. Saran saya naiklah tuktuk, karena apabila berjalan kaki seperti saya (What a mistake! But glad that I did it though) maka akan memakan waktu satu jam. Bukan masalah jarak melainkan masalah cuaca yang panas, terik dan menyengat, yang membuat perjalanan dari terminal ke stasiun saat itu begitu menguras tenaga. Sungguh hati ini girang tak terkira ketika akhirnya berhasil mencapai Stasiun Nongkhai, meskipun tampang sudah amburadul dan penuh debu jalanan.

Pemandangan unik menyambut saya di depan stasiun. Gerbong-gerbong lokomotif berwarna ungu cerah di tengah-tengah rimbunnya tanaman hijau tampak bagaikan oase di tengah stasiun yang gersang. Jelas, gerbong-gerbong ini sudah pensiun dari tugasnya mengangkut penumpang. Pada plang di depan gerbong-gerbong tersebut saya membaca : “Railway Public Library Nongkhai Province”. Wah. Perpustakaan di stasiun! How unusual! Memasuki area perpustakaan mini tersebut, saya cukup terkesan karena selain disediakan kursi-kursi kayu panjang (yang dengan segera menjadi lapak saya untuk tiduran), majalan-majalah (kebanyakan dalam bahasa Thailand), di sana juga disediakan Wifi yang sangat kencang. Yipie!! #fakirwifi. Sayang gerbongnya saat itu sedang ditutup, sehingga saya tidak bisa masuk ke dalam gerbong hanya di area “taman”nya saja. But still, it was fun! I wish stasiun-stasiun di Indonesia juga bisa menyediakan educational spot seperti ini…

Membaca di stasiun. Why not?

Membaca di stasiun. Why not?

Apakah kamu penyuka perjalanan darat juga seperti saya? Coba lihat stasiun-stasiun dan terminal-terminal favorit para traveler di Turnamen Foto Perjalanan🙂

One thought on “Turnamen Foto Perjalanan Ronde 38 : Membaca di Stasiun Kereta Api Nongkhai

  1. Pingback: TURNAMEN FOTO PERJALANAN – RONDE 38 : TERMINAL/STASIUN | Here, There, & Everywhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s