Thai’s and Malaysian Food : Which one do you like?

Tiga hal yang gw nikmati selama perjalanan : 1. View 2. Culinair 3. Culture

Selama seminggu di Malaysia dan Thailand, gw menemukan banyak makanan baru yang tasty, unique, yang jelas rasanya quite different from Indonesian food…just wanna share it anyway… 😀

Thai’s food.

Khao Niao (Sticky rice/ketan manis dengan semacam topping dari gula aren). Deliciously sweet!

Banana Chocolate Pancake. Bisa ditemui di sepanjang tepi jalan Patong.

Mango Sticky Rice. Cemilan khas Thailand.

Tom Yum Goong Nam Khon (Creamy Tom Yum Kung).

This one is creamy, sour and spicy. The best!

Pineapple Fried Rice. Beware : kulitnya nggak bisa dimakan XD

Pad Thai. Mirip kwetiaw di Indo. Spicy.

Buggar. I forget the name of it. Mirip lodeh.

Mix Seafood Pad Thai. Masakan Thailand sering menggunakan bubuk kacang.

Telur Pitan. Thousand years Egg. My favourite egg.

Pork Noodle. The best pork noodle ever.

Prawn Fried Rice. Spicy. Large portion. Halal.

Street food. Fried Dumplings. Cheap and yummy. Nagih!

Bakpia raksasa isi kacang ijo+potongan kecil timun. Unique. Krenyes-krenyes.

Kungfu Chef in action. Sreng osreng osreng!!

Aneka gerobak Street Food

Malaysian’s food.

Ordinary Kopitiam, similar with Indonesian.

 Penang Kwetiau. Nothing special.

Pork. Small portion 😦

Sesame Pork. Nah ini uenak banget…. 😀

Roti Cane Asin. Pake celupan kuah kari. Karinya strong banget. Kaya kuah rendang.

Roti Cane Manis. Pake susu. Manisnya pas…makannya disobek-sobek pake tangan. Enyaaakkk!

Kesimpulannya, lidah gw sih lebih cocok ke masakan Thailand. Spicy, tasty, soury. Masakan Malaysia rata-rata hampir mirip masakan Indonesia, hanya saja lebih berbumbu kari. No surprise…Hehe…well, semoga saja gw bisa berkeliling icip-icip lagi next time. My taste bud always craving for more and more unique food! 😀

PS : untuk para pecinta travelling dan kuliner, coba buka link Turnamen Foto Perjalanan ini deh, banyak banget foto-foto kuliner dari berbagai daerah yang pastinya unique dan hmmm…slurpy!

Advertisements

Day 4 – Patong Beach

Selasa, 17 April 2012. Finally, woke up in the morning at Patong, Phuket! 😀 Kami bangun jam 6 pagi, dan langsung menuju Pantai Patong , yang menjadi main beach di Phuket. Kalau di Bali sih seperti Kuta-nya. Dari hotel kami berjalan sekitar 10 menit ke pantai, dan surprisingly, ternyata pantainya sepi abis. Paling hanya ada satu dua bule yang jogging di sepanjang tepi pantai (rajin amat ya, hehe)…niatnya sih kita pengen liat sunrise, eh tapi kok udah agak terang ya, dasar wanita-wanita pemalas semua, hihi… Pantai Patongnya sendiri nggak terlalu bagus, biasa aja, mirip Kuta tapi jauh lebih bersih. Jarang terlihat sampah, paling-paling cuma batok kelapa aja. Sedangkan terakhir kali saya ke Kuta tahun 2006 aja udah lumayan kotor banyak sampahnya. Di Patong ini pasir pantainya agak coklat, biasa banget sih, hehe…ombaknya juga nggak terlalu besar. Di kejauhan tampak beberapa kapal. Langit masih malu-malu, menunjukkan wajahnya yang biru muda….tssaaahhh…damai sekali rasanya hati ini.

Patong Beach in the morning

Patong Beach with a local boat

Kami berjalan pelan menyusuri tepi pantai sambil berfoto-foto narsis dan melakukan ritual wajib “alay” yang biasa orang Indonesia lakukan kalau ke pantai (I’m not sure the “bule” do this), yaitu menorehkan nama masing-masing di pasir. Hahaha…

Gini deh kelakuan alay turis Indonesia mah, hihihi.

Puas berjalan dan “keceh” di pantai, kami berjalan menyusuri main road di sepanjang pantai Patong, yang ternyata juga sangaaaattt sepi. Toko maupun restoran ternyata baru dibuka jam 10, hehe…kami kesiangan untuk sunrise tapi kepagian untuk jalan-jalan, hehe…Kelaparan, kami nemu pedagang makanan keliling yang unik, kami jajan Bacang, Cakweh (di sana juga ada ternyata), dan satu lagi jajanan khas Thailand yang dinamakan “Kao Niau” (i’m not quite sure how to write it), ini semacam sticky rice yang ada Honeymoon Dessert. Sepertinya pake beras ketan dan gula, manis gitu, topping di atasnya manis seperti rasa gula aren. Yummy, i like it! Hard to describe it, liat aja fotonya di bawah ya, hehe…Harga jajanan-jajananynya murah meriah, sekitar 10-20 THB saja. Lumayan untuk ganjel perut di pagi hari.

Street food sarapan kami di Patong

“Kao Niau” *sorry if i write it wrong*

Finally, touch down Patong! XD

Jalanan sepanjang Pantai Patong juga persis seperti di Kuta, berjajar cafe-cafe dan bar, yang masih tutup pagi itu, hahaha…dari main road, kami berbelok ke kanan, yang ternyata Bangla Road yang terkenal dengan nightlifenya itu. Berjejer bar-bar yang menarik, ada yang disertai tiang-tiang untuk dance, agogo show, etc…nggak sabar rasanya pengen ke sini malam hari nanti XD Pagi ini sih cuma bisa gigit jari aja…ya iyalah, dancer-dancernya aja kali baru mulai molor pagi ini, hahaha…Bangla Road ini  ternyata sangat pendek, paling sepanjang Jalan Braga kalau di Bandung.

Salah satu bar-resto di main street Patong

Salah satu bar @Bangla Road, pagi-pagi mah msh tutup, hihi.

Belok kanan dari Bangla Road yaitu Rat-U-Thit Road, pusat kuliner di Patong. Berjajar restoran-restoran, yang tampaknya sih pricey. Lagi jalan santai tiba-tiba si Irene kebelet boker, plus pasang tampang meringis campur semi-ngeden gitu, akhirnya mampir dulu deh ke McD setempat. Hehe…boker termahal tuh, seharga McD, hahaha…gw lupa di sini makan apa, yang jelas nggak  ada di McD Indo dan rasanya enak, hehe. Gak lupa foto sama si Ronald McD yang unik, posenya ala-ala salam Thailand gitu, ternyata si Ronald jago beradaptasi juga ya, hehe…

Sawaddee kha Ronald McDonald! 🙂

Setelah beres urusan boker di McD ini, kita lanjut berjalan menuju hotel, nglewatin Hard Rock Cafe juga, ih pengen deh ke sana…sayang gak kesampean…

Hard Rock Cafe @Rat-U-Thit Road

Untung sampe hotel dengan selamat, setelah agak lost gara-gara buta arah dan lupa bawa peta. Setelah mandi-mandi cantik di hotel, kami melanjutkan petualangan kami selanjutnya, yaitu ke Phuket Town. Berdasar info dari mbak resepsionis yang ramah, ternyata ada bus yang nongkrong tepat di main road Patong menuju ke Phuket Town. Bener aja, hehe…ada 2 jenis bus. Yang pertama bagus, kaya bus pariwisata mini gitu, yang kedua busnya kaya angkot raksasa, hehe…Kita naik yang kedua. Tarifnya 20 THB saja menuju Phuket Town. Kita penumpang pertama. Masih pagi soalnya…nunggu rada lama sampe bus penuh, baru deh berangkat. O ya sempet beli Chicken Kebab yang enak banget di pinggir jalan, tapi harganya 100 THB ( Damn!), akhirnya Cuma beli 1 buat bertiga. Hahaha…dasar semi-backpacker kere 😛 Penumpang bus hampir semuanya bule. Perjalanan ke Phuket Town ga jauh, sekitar 15 menit dari Patong (eh nyesek juga yah kmrn naik van 500 THB bertiga, naik bus Cuma 60 THB bertiga. Swt.).

Our bus to Phuket Town, 20 THB only!

And the journey to Phuket Town begins…